Tampilkan postingan dengan label material. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label material. Tampilkan semua postingan

17 Februari 2016

Kusen alumunium, kelebihan dan kekurangannya
Bila Anda mencari alternatif lain untuk kusen jendela atau pintu kaca di rumah, alumunium bisa dijadikan pilihan. Kusen atau rangka untuk meletakkan kaca yang cukup umum digunakan ialah kayu. Namun, kini dengan semakin berkembangnya dunia desain dan teknologi, kusen berbahan alumunium juga bukan pilihan yang buruk.
Kusen alumunium pun sudah banyak diterapkan untuk gedung-gedung atau perkantoran. Tidak hanya identik dengan perkantoran, perumahan juga banyak yang memasang kusen berbahan tersebut untuk jendela atau pintu kaca. Terlebih, kini banyak rumah yang didesain dengan bukaan, entah itu pintu kaca yang menghadap ke arah taman atau kaca massiveuntuk jendela kamar.
Kusen alumunium, kelebihan dan kekurangannya
Pemilihan ini tentu bukan tanpa alasan, kusen aluminum tentu memiliki keunggulan yang memang dibutuhkan. Dibandingkan dengan kayu, material alumunium memungkinkan kusen aman dari serangan rayap. Bahan tersebut juga lebih tahan lama serta tidak mengalami penyusutan. Bobotnya pun ringan sehingga mudah untuk dipindahkan. Meski begitu, materialnya kuat dengan perawatan yang tidak sulit. Bila Anda ingin memiliki tampilan menyerupai kayu, kusen tersebut dapat dicat dan dilapis dengan warna atau motif kayu.
Namun, secara visual alumunium memang tidak memiliki banyak variasi. Desain dan tampilannya tidak seperti kayu yang bisa dibuat dengan detail atau pola tertentu. Pemasangan kusen alumunium juga memainkan peranan penting untuk menghindari risiko yang tidak diharapkan. Kusen tersebut mengandalkan kekuatan sekrup yang harus dipasang presisi dan diplester rapi agar tidak terdapat kebocoran atau dampak lain. Faktor penyambungan siku dan karet penyekat juga penting agar air hujan tidak dapat masuk.
Pilihan kusen tersebut tentu harus disesuaikan dengan selera, desain, dan kebutuhan rumah. Namun, bila ingin sesuatu yang baru, tidak ada salahnya untuk memasukkan alumunium sebagai bahan pertimbangan, bukan?
Sumber : majalah asri

Posted on 22.47 by Unknown

No comments

24 Juni 2015

Kayu olahan memang sudah cukup lama menggantikan kehadiran kayu asli yang mahal dan semakin langka. Dengan kayu olahan tersebut, orang-orang tetap dapat menampilkan elemen kayu dalam rumah.   Jenis yang tersedia pun beragam sehingga Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan.
Disebut kayu olahan karena berasal dari sisa hasil olahan kayu asli yang kemudian dicampur dengan zat kimia. Tampilannya berwarna cokelat dan dibuat menyerupai kayu asli, harganya pun lebih murah. Karena ada beberapa jenis, ada baiknya mengenali terlebih dahulu tiap kayu olahan tersebut sebelum membelinya. Untuk tahu lebih lanjut, mari baca informasi di bawah ini.

Plywood

Sesuai dengan namanya, plywood terdiri dari lapisan lembaran kayu yang disatukan dengan mesin bertekanan tinggi dan lem khusus. Lapisan tersebut membentuk papan yang dipasang secara menyilang agar kuat. Kayu olahan ini memiliki dua jenis, yaitu tripleks bila terdiri atas tiga susun dan multipleks untuk yang lebih dari tiga lapis.
Jenis ini merupakan yang paling mahal di antara kayu olahan lainnya, selain karena lebih kuat, kayu ini biasanya juga dilapisi oleh kulit kayu jati atau sungkai. Tersedia dalam ketebalan yang bervariasi dari 3mm hingga 18mm, dengan lebar satu lembarnya 244cm x 122cm.

Blockboard

Jenis kedua ini merupakan kayu olahan dengan harga tertinggi kedua setelah plywoodBlockboard berasal dari potongan balok-balok kayu dengan ukuran 2cm-5cm yang dipadatkan dengan mesin. Kedua sisinya kemudian diberi pelapis vinir untuk dapat menjadi lembaran papan.
Balok kayu yang digunakan biasanya potongan kayu lunak karena itu tidak sekuat plywoodBlockboardmemiliki tingkat ketebalan dimulai dari 12 mm hingga 18 mm dengan lebar permukaan sama denganplywood. Ada dua tipe yang cukup banyak di pasaran, yaitu teak block (lapisan terluar dari irisan kayu jati) dansungkai block (lapisan terluar dari kayu sungkai). Penggunaan kayu olahan jenis ini banyak terlihat  pada produk kitchen set.

Medium Density Fiberboard (MDF)

Kayu olahan ini berada pada peringkat ketiga di antara yang lainnya. Jenis ini terbuat dari serbuk kayu atau bambu halus yang dicampur dengan resin kimia. Kemudian, serbuk dipadatkan dengan suhu dan tekanan tinggi hingga menjadi lembaran papan. High density fiberboard merupakan versi lebih padat dan kuat dari MDF yang dibuat dengan suhu lebih tinggi.
MDF memiliki kelebihan dapat mudah dipotong atau dibentuk karena bahannya yang terbuat dari serbuk kayu, tetapi kekuatannya stabil. Selain itu, berbagai finishing dapat diterapkan pada permukaannya, sepertipaper laminate, PVC, HPL, atau cat kayu.

Particle Board

Di antara semua kayu olahan, jenis ini merupakan yang termurah sekaligus dengan kualitas yang paling rendah. Sama seperti MDF yang terbuat dari serbuk kayu, hanya saja untuk particle board serbuk kayu yang digunakan kasar dan cenderung tidak beraturan. Serbuk nantinya dicampur dengan resin kimia lalu direkatkan dengan mesin bertekanan tinggi.
Salah satu kelemahan kayu jenis ini ialah memiliki pori-pori yang cukup besar sehingga membuatnya tidak tahan terhadap air. Selain itu, beban yang sanggup ditopang pun terbatas karena jika terlalu berat kayu akan melengkung. Sementara untuk finishing, lapisan veneer atau fancy paper-lah yang biasa digunakan. Hal ini karena tekstur lembaran kayu yang kasar membuatnya tidak bisa dicat.

Posted on 20.34 by Usrock

No comments

23 Juni 2015

Seorang botanis asal Inggris, Nathaniel Bagshaw Ward pada tahun 1842 menemukan sebuah cara baru dalam menanam tanaman. Bukan sembarang cara, karena teknik yang dia temukan secara ilmiah didefinisikan sebagai miniatur ekosistem darat yang dihadirkan dalam sebuah wadah kaca. Dahulu, orang-orang memanggilnya Wardian Cases yang diambil dari nama sang penemu. Sudah tahu? Itulah yang kini disebut orang dengan nama terarium.
Seperti akuarium yang digunakan memelihara makhluk hidup air, terarium cara untuk menanam tumbuhan dari ukuran yang sangat kecil. Wadah untuk terarium dapat apa saja asal transparan, seperti botol, gelas, toples, atau bahkan bohlam. Tujuannya agar tanaman dapat menyerap cahaya yang diperlukan untuk proses fotosintesis. Selain itu, tentu saja agar tanaman dapat terlihat cantik karena terarium juga dapat digunakan sebagai penghias ruangan. Terarium juga dapat menjadi solusi untuk menghadirkan tanaman dalam rumah.
Harus diingat, terarium menggunakan tumbuhan asli sehingga juga membutuhkan perawatan layaknya tanaman biasa. Meski begitu, tanaman yang dipiih biasanya memiliki pertumbuhan lambat dan membutuhkan perawatan yang rendah. Untuk memudahkan perawatan, tempatkan tanaman dengan karakteristik yang sama sehingga dapat tumbuh dengan baik. Tumbuhan yang sudah terkenal digunakan untuk terarium, di antaranya tumbuhan paku, lumut, sukulen, kaktus, dan sanseviera.
Terarium dikelompokkan menjadi dua, yaitu terarium terbuka dan tertutup. Kategori ini mengacu pada wadah yang digunakan untuk terarium. Pada wadah tertutup, terarium memiliki siklus air yang berputar secara terus menerus. Siklus ini dimulai dari air yang diberikan ke tanaman lalu terjadi penguapan. Penguapan ini nantinya akan terhalang oleh tutup dan dinding wadah sehingga air akan jatuh kembali ke media. Karena itu, wadah tertutup cocok untuk tanaman yang tahan terhadap kelembapan tinggi. Namun, setidaknya satu minggu sekali wadah harus dibuka dan saat tumbuhan terlihat layu atau tidak lagi ada uap di dinding wadah, itu artinya tanaman membutuhkan air.
Sementara untuk terarium terbuka, penyiraman harus dilakukan lebih sering karena tanaman akan kehilangan air cukup banyak. Terarium jenis ini cocok untuk tanaman kering yang tidak tahan terhadap kelembapan tinggi. Baik wadah terbuka atau tertutup, pastikan tanaman mendapatkan cahaya. Namun, tumbuhan tidak boleh terkena cahaya matahari langsung atau jangan biarkan tanaman mendapat cahaya langsung terlalu banyak karena dapat membuat tanaman terbakar.
Untuk membuatnya pun, tak sulit dan dapat dilakukan sendiri, bahkan kegiatan ini dapat menjadi aktivitas favorit. Siapkan wadah, tanaman, arang, kerikil, lumut, dan tanah. Bahan organik lain, seperti coco peat atauspagnum moss juga dapat dijadikan alternatif. Paling dasar, letakkan kerikil dan arang, buat lapisan setinggi 2,5 cm. Lalu, masukkan lumut yang akan mencegah tanah tersaring ke dalam kerikil dan membantu untuk menyerap air.
Kemudian, masukkan tanah, sesuaikan dengan ukuran tempat serta panjang akar tanaman. Bisa juga, tambahkan tanah hingga mencapai 5 cm atau 7,5 cm. Tekan dengan lembut dan gali lubang kecil pada tanah untuk menanam tumbuhan. Latakkan zeolit di atas tanaman, hal ini dapat memudahkan pemeliharaan karena zeolit berperan sebagai indikator untuk pengisian air. Siram tanaman dan selanjutnya, tata terarium dengan hiasan agar semakin terlihat cantik. Selamat mencoba!

Posted on 18.54 by Usrock

No comments

16 Juni 2015

Anda tentu pernah mendengar istilah roster? Ya, roster atau kerawangan adalah elemen arsitektur yang berfungsi sebagai ventilasi atau lubang udara. Dikatakan sebagai lubang angin sebab bentuknya yang berlubang mampu mengalirkan udara dari luar ke dalam, sehingga rumah terasa lebih sejuk dan ‘bernafas’.
Sebagai negara beriklim tropis yang cenderung diliputi udara panas, di Indonesia roster sudah digunakan sejak dulu kala. Biasanya posisinya terletak di atas jendela atau pintu. Bentuknya pun bermacam-macam, seperti kotak, bulat, persegi enam, bentuk bunga dan masih banyak lagi. Sementara bahan bakunya ada yang terbuat dari tanah liat yang dibakar atau terakota, keramik berglazur, kayu, beton, glassfibre reinforced cement(GRC), logam besi hingga batu alam yang dipahat.
Seiring dengan perkembangan desain dan teknologi, fungsi roster pun tak hanya sekedar menjadi lubang angin saja. Fungsinya mulai berkembang menjadi elemen penghias wajah bangunan (fasad), baik berupa dinding pembatas, secondary skin maupun pagar.
Selain berguna mengalirkan udara ke dalam, aplikasi roster pada fasad juga berguna mereduksi sinar matahari, menciptakan bayangan (sun shade) yang pada akhirnya menjadi aksen menarik pada bangunan. Kehadiran roster juga memungkinkan pemilik rumah untuk mendapatkan view ke arah luar tanpa mengurangi privasi.
Roster umumnya berukuran 20cm x 20cm. Pemasangannya biasanya dibuat bertumpuk atau selang seling dengan tambahan semen sebagai perekat. Konstruksinya biasanya tidak menggunakan tiang atau balok, melainkan hanya bertumpu pada sloof yang mengikat pondasi di dalam tanah.


Sloof inilah yang kemudian bertanggung jawab menerima dan menyalurkan beban roster ke pondasi. Untuk memastikan kekuatannya, pelat besi setebal 4mm disekrup pada bagian atas roster, sehingga dinding roster tidak mudah ambruk saat tersenggol beban berat.

Sumber : asri

Posted on 20.16 by Usrock

No comments

27 Mei 2015

Stencil, wallpaper, dan wallsticker, ketiganya adalah produk dekorasi ruangan agar dinding tidak tampil polos dan kosong. Jika Anda diminta untuk memilih salah satu di antara ketiga hiasan dinding tersebut, manakah yang akan Anda pilih?
Mengenal setiap produk akan membuat Anda lebih memahami kebutuhan dan bisa memilih dengan bijak.

Stencil

stencil 8
Stencil merupakan teknik mengecat dengan bantuan kertas pola. Kertas stencil berlubang-lubang membentuk motif tertentu yang akan membantu kita menggambar motif di area tertentu dengan lebih praktis. Dikatakan praktis karena Anda tidak perlu menggambar sendiri motif atau lukisan di dinding, cukup dengan menempelkan kertas stencil lalu mengecatnya sesuai pola yang ada. Sebagian motif stencil menyerupai wallpaper dan digunakan untuk melapisi semua permukaan dinding, sehingga banyak orang yang tidak bisa membedakan keduanya.
stencil 5
stencil 4

Kelebihan:

  • Hasil lebih artistik, sangat cocok untuk pecinta seni.
  • Motif stencil beragam, mencakup motif wallpaper maupun wallsticker. Stencil juga bisa berupa rangkaian huruf dan angka, atau kalimat.
  • Bisa diaplikasikan untuk semua sisi atau hanya bagian tertentu, sesuai keinginan pemilik rumah.
  • Stencil bisa digunakan untuk berbagai media, seperti tembok, langit-langit, furnitur, cover lampu, pintu, area outdoor, lantai, kaca, bahkan bantal.
  • Hasil stencil tidak akan mengelupas seperti wallpaper dan wallsticker.
  • Kertas stencil bisa digunakan berulang kali.

Kekurangan:

  • Dibutuhkan ketelitian untuk mendekorasi dengan stencil, karena karena proses lebih rumit.
  • Untuk hasil yang lebih baik, dibutuhkan orang dengan kemampuan melukis.
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih banyak.
  • Belum banyak dijual seperti wallpaper dan wallsticker.
  • Harga stencil memang lebih murah, Anda juga harus menyiapkan cat dan kuas/roller/sprayer.

Wallpaper

wallpaper 2
Wallpaper adalah bahan (kertas/vinyl) pelapis dinding dengan beragam motif, warna, dan tekstur. Pelapis ini relatif mudah digunakan—cukup ukur luas ruangan, potong wallpaper sesuai kebutuhan, berikan lem secara merata, lalu tempelkan. Wallpaper adalah cara mudah untuk membuat rumah dinding tampil artistik tanpa perlu repot menggambar dan mengecat sendiri. Saat ini wallpaper memiliki beragam motif untuk bebragai gaya rumah, mulai dari klasik victoria, oriental, sampai minimalis.

Kelebihan:

  • Harga relatif murah.
  • Mudah dipasang.
  • Memiliki beragam corak bahkan tekstur (halus dan kasar).
  • Mudah didapat.
  • Bosa digunakan untuk berbagai permukaan dinding: plasteran maupun triplek

Kekurangan:

  • Meski terkesan praktis, dalam pemasangannya harus diperhatikan pula kondisi dinding, meliputi kebersihan dan kelembabannya.
  • Dibutuhkan ketelitian untuk merawat wallpaper agar awet dan tidak mudah mengelupas.
  • Sebaiknya hanya digunakan untuk dinding interior.
  • Wallpaper hanya digunakan 1 kali, tidak bisa dipakai lagi.

Wallsticker

wallsticker 2
Wallsticker adalah cutting sticker pelapis dinding dengan bermacam variasi motif dan warna. Wallsticker sangat praktis digunakan. Anda cukup melepaskan stiker lalu menempelkannya di bagian dinding mana yang diinginkan. Wallsticker terbuat dari stiker berbahan plastik.
wallsticker 5

Kelebihan:

  • Sangat praktis, tidak perlu menyiapkan alat dan pelengkap apapun.
  • Harga lebih murah.
  • Mudah didapat.

Kekurangan:

  • Jika dilepaskan dari dinding, bisa mengelupas lapisan cat.
  • Sebagian besar motif hanya cocok untuk ruangan anak-anak dan remaja.
  • Tidak mencakup berbagai tema dan gaya interior rumah, sebagian besar wallsticker hanya cocok untuk rumah minimalis.

link jasa arsitektur
sumber : rooang

Posted on 00.51 by Usrock

2 comments

26 Mei 2015

Ada banyak sekali cara untuk mendekorasi dinding. Selain dengan pengecatan dan pelapisan dengan wallpaper, dinding interior rumah bisa juga dipercantik dengan menempelkan papan-papan kayu palet sampai memenuhi dinding tersebut. Hasilnya dinding akan tampak lebih modern dan berkelas. Apalagi jika di sekitar rumah Anda banyak sisa kayu palet berserakan, cara ini juga akan membereskan pemandangan berantakan akibat tumpukan kayu palet.
Penasaran bagaimana caranya? Jangan khawatir, berikut kami berikan tipsnya untuk Anda.

Yang diperlukan:

  • Kayu palet dengan jumlah sesuai kebutuhan dan ukuran dinding
  • Triplek sesuai ukuran dinding
  • Cat kayu berkualitas beserta kuas
  • Bor sekrup
  • Sekrup
  • Ampelas
  • Gergaji
  • Cairan pengawet kayu

Langkah-langkah membuat dinding kayu palet

  1. Lepaskan kayu-kayu di palet sehingga terpisah satu per satu. Sebaiknya siapkan palet kayu dengan jumlah cukup banyak, karena tidak semua kayu dalam kondisi bagus. Ditambah lagi, proses pelepasan paku terkadang akan merusak bentuk kayu.
  2. Bersihkan kayu dari sisa-sisa kotoran, lalu rendam dalam larutan pengawet kayu. Lakukan sesuai petunjuk aplikasi. Biasanya, perendaman ini bisa membutuhkan waktu sampai berhari-hari.
    Bagi kayu ke dalam 2 kelompok, yaitu kecil dan besar. Hal ini karena ukuran kayu palet tidak selalu sama. Nantinya, penyusunan akan disesuaikan dengan ukuran ini. Kecil dengan kecil, besar dengan besar.
  3. Ampelas kayu palet sampai benar-benar halus. Bila perlu, potong bagian yang tidak rata. Kondisi tidak rata akan membuat dinding Anda jelek.
  4. Lakukan pengecatan dan pemelituran. Hal ini berguna agar tampilannya lebih bagus, serta tidak mudah lapuk dan diserang rayap. Tunggu selama 1 hari atau sampai kayu benar-benar kering.
  5. Potong triplek sesuai ukuran dinding.
  6. Tempelkan triplek dengan sekrup. Sekrup dipasang di ujung atas, tengah atas, tengah bawah, dan bawah. Dengan begini, triplek tidak mudah lepas.
  7. Pasang kayu palet dengan sekrup secara horizontal. Kayu palet disusun sesuai ukuran. Menyusunnya dari bagian atas dahulu, lalu ke bawah. Kayu dipasang seperti penyusunan bata, selang-seling.
  8. Sesuaikan pemasangan dengan keberadaan stop kontak dan saklar lampu. Potong bagian yang menghalangi saklar atau stop kontak tersebut.

Tips:

  • Pastikan dinding benar-benar rata, sehingga pemasangan triplek maupun kayu palet bisa lebih bagus dan rata.
  • Untuk hasil yang lebih unik, berikan warna cat yang berbeda untuk beberapa slat kayu, lalu disusun secara random. Hasilnya dinding akan terlihat lebih rustic.
  • Palet kayu bisa juga dipasang tidak ke seluruh bagian dinding, sehingga tetap terlihat permukaan dinding yang dicat.
Mudah, bukan? Anda pun bisa melakukannya sendiri di rumah. Selamat mencoba!

link jasa arsitektur
sumber : rooang

Posted on 00.46 by Usrock

No comments

22 Maret 2015

Pintu itu vital. Ia adalah gerbang masuk menuju rumah. Kamar-kamar pribadi pun dipasangi pintu agar privasi masing-masing penghuninya tetap terjaga.
Memilih pintu untuk rumah memang perkara yang gampang-gampang susah. Anda tidak hanya dihadapkan pada pertanyaan: material apa yang digunakan, bagaimana motifnya, ukirannya seperti apa, dan berapa ukurannya. Namun, ada satu hal yang juga penting dan patut dipertimbangkan dengan cermat, yakni tipe pintu.

Pintu berengsel
Ketika disebutkan kata ‘pintu’, tipe inilah yang paling jamak dibayangkan orang-orang. Pintu ini berupa panel kayu solid dengan dua atau tiga buah engsel. Engsel ditambah jika pintunya tinggi. Jika pintunya berat, biasanya engselnya lebih kuat dan kokoh. Pintu ini kadang dilengkapi dengan kenop atau mekanisme tutup-sendiri. Kelebihannya: biaya perawatan rendah; banyak tersedia di pasar; mudah disesuaikan. Kekurangannya: butuh space untuk buka dan tutup; engsel kadang-kadang perlu dirawat dan diminyaki.

Pintu lipat dua
Seperti namanya, pintu ini terdiri atas dua panel yang tersambung oleh engsel, yang akan melipat di tengah-tengah ketika dibuka. Memang mirip dengan pintu berengsel standar, namun degan ekstra engsel di tengahnya. Sementara itu, bagian atas panel pintu disangkutkan pada rel, sehingga mudah digeser. Pintu lipat dua ini biasanya terbuat dari kayu, baja, atau kaca. Kelebihannya: tidak butuh space yang banyak dibanding pintu berengsel; memiliki banyak konfigurasi yang berbeda; dan bukaannya luas untuk ruang outdoor jika pintu lipatnya besar. Kekurangannya: engselnya lebih rentan rusak dibanding tipe pintu lainnya; lebih banyak engsel berarti lebih banyak bagian yang bergerak, dan tentu saja lebih tinggi perawatan.

Pintu Prancis
Dinamai Pintu Prancis karena banyak ditemukan di sepanjang jalanan di Paris dan Roma, biasanya di bagian balkon atau teras. Pintu ini termasuk pintu berengsel, biasanya berpasangan, berbahan kayu ringan, dengan panel kaca atau material transparan lainnya yang dibingkai. Kelebihannya: panel kaca ini memudahkan sinar matahari menerobos masuk ruangan. Pemandangan luar ruangan pun tetap terlihat. Kekurangannya: konstruksinya gampang pecah dibandingkan pintu solid, kaca harus dibersihkan teratur, dan mudah rusak.

Pintu Belanda
Ini tipe pintu berengsel yang dibagi dua secara horizontal di tengah-tengah. Ada bagian atas dan bawah yang bisa dibuka tutup secara terpisah. Pintu tipe ini masih digunakan di rumah-rumah peternakan yang bagian atasnya difungsikan agar cahaya dan udara tetap bisa masuk, sementara bagian bawahnya tetap tertutup biar hewan-hewan tidak nyelonong masuk. Kelebihannya: jika Anda punya anak atau hewan piaraan, pintu jenis ini memudahkan untuk mengawasi mereka. Bentuknya yang tidak lazim juga menarik. Kekurangannya: butuh lebih banyak engsel dan tidak cocok untuk pintu luar karena sulit dipantau keamanannya.

Pintu Susun
Pintu susun ini mirip dengan pintu geser, namun panelnya lebih banyak. Contoh pintu susun yang paling simpel adalah pintu shower, yang biasanya terdiri dari tiga pintu panel. Pintu ini biasanya berbahan kaca dengan kerangka aluminium. Kelebihannya: space yang dibutuhkan sangat sedikit dan bisa melihat pemandanganoutdoor. Kekurangannya: panel kacanya cenderung mudah dislokasi, relatif mahal, dan harus dijaga agar alur panelnya bersih dari benda-benda kecil yang mengganjal.

Pintu Geser
Pintu ini berupa panel yang disematkan pada dua penggantung yang bisa digeser. Untuk membuka pintu, panelnya bisa digerakkan maju mundur. Pintu geser ini panelnya bisa satu atau dua, tergantung kebutuhan,space, dan cita rasa Anda. Tipe lain dari pintu geser adalah pintu saku. Jika pintu dibuka, panel akan ‘sembunyi’ di balik dinding. Pintu jenis ini cocok untuk ruangan dalam. Kelebihannya: butuh space yang tidak banyak, hanya butuh akses horisontal, dan menawarkan pemandangan yang lebih luas. Kekurangannya: rentan mengalami dislokasi dan harus dijaga agar tetap pada jalur gesernya.

Link terkait :

Sumber : rooang


Posted on 20.41 by Usrock

No comments

9 Maret 2015

Backsplash adalah dinding yang ditempeli dan berhadapan langsung dengan meja dapur. Backsplash harus menggunakan material yang tepat, karena dinding ini pasti akan terkena cipratan/kotoran saat Anda memasak. Entah itu minyak goreng, tepung, adonan kue, dan noda lainnya. Kenali materialnya lebih dahulu, lalu tentukan mana yang sesuai untuk dapur Anda.

1. Ubin keramik/porselen

Bahan ini adalah yang paling banyak digunakan, baik dalam bentuk ubin kecil, ubin yang mirip bata, maupun ubin mozaik. Untuk mencegah kerusakan akibat panas, pastikan Anda sudah memasangnya dengan benar dan rapat ke dinding. Cara membersihkannya sama seperti jika Anda membersihkan lantai keramik.

2. Stainless steel

Stainless steel sangat cocok untuk Anda yang ingin tampilan mewah di dapur. Bahan ini juga tidaks ensitif dengan zat-zat dalam masakan. Stainless steel mudah dipasang maupun dibersihkan. Cukup gunakan lap basah atau bila perlu cuci dengan cairan deterjen. Tapi, hati-hati dengan makanan yang mengandung asam, karena bisa membuat lapisan stainless steel keropos.

3. Cermin

Sejauh ini belum ada cermin khusus yang bisa digunakan sebagai backsplash. Interior desainer biasanya akan meminta dibuatkan cermin dengan kaca khusus konstruksi bangunan. Bisa juga menggunakan ubin cermin yang berbentuk mozaik. Ubin cermin ini menggunakan stainless steel dan porselen yang paling mengkilap. Cermin sangat ampuh membuat dapur Anda yang sempit jadi terlihat lebih longgar.

4. Kaca

Ada banyak jenis kaca yang bisa dipilih sebagai backsplash, tapi sebagian di antaranya mengandung proses yang rumit, sehingga harganya pun lebih mahal. Misalnya kaca patri dan kaca tekstur. Pastikan Anda memilih kaca tempered, sehingga jika sewaktu-waktu pecah, tidak akan membahayakan keselamatan Anda. Material ini harus sering dibersihkan, karena sangat mudah ditempeli noda. Gunakan pembersih kaca atau larutan cuka.

5. Paving dan bata tempel

Paving dan bata tempel akan menghadirkan kesan vintage dan klasik di dapur Anda. Sebelum dipasang, lubangi dulu dinding dapur setiap 20 cm dengan bor kecil atau paku. Tujuannya adalah agar paving atau bata tempel lebih merekat dan tidak mudah lepas. Agar awet dan tidak mudah rusak akibat noda, lapisi dengan sealer bercorak low-sheen.

6. Marmer

Material ini adalah jenis yang paling mahal. Marmer sangat sempurna untuk menampilkan kesan mewah di dapur. Motifnya beragam, mudah dibersihkan, dan sangat awet. Tetapi jangan gunakan cuka atau cairan yang mengandung asam untuk membersihkannya. jangan pula menggunakan deterjen berbusa. Gunakan pembersih khusus marmer dengan Ph netral.

7. Batu alam

Penggunaan batu alam sebagai backsplash akan menambah kesan natural di dapur. Batu alam perlu dicat dengan cat khusus agar tampilannya lebih mengilap indah. Pilih cat yang berkualitas, yang bisa melindunginya dari kerusakan dan mencegah lumut.

8. Kayu

Penggunaan panel kayu akan menciptakan nuansa pedesaan Eropa dan kesan klasik. Ketimbang material lainnya, kayu lebih mudah rusak. Untuk itu, lapisi kayu dengan cat yang mengandung latex dan enamel, untuk perlindungan tahan lama.

9. Cat dinding

Kebalikan dari marmer, cat dinding adalah bahan yang paling murah dan terjangkau. Tapi, cat dinding juga mudah terkena noda. Pilih jenis cat yang bisa di-scrub tanpa merusak lapisannya. Bila perlu, gunakan cat khusus eksterior atau cat high-gloss, karena jenis ini lebih mudah dibersihkan.

10. Panel logam cetak

Logam cetak banyak kita temukan dalam bentuk pintu, pagar besi, maupun panel dinding. Mengapa tidak mencobanya sebagai backsplash? Ada banyak motif, mulai dari motif klasik baroque sampai yang minimalis dan geometris. Cara membersihkan disesuaikan dengan jenis logam yang dipakai. Tapi, awas! Logam adalah penghantar panas yang baik, jadi akan membuat dapur Anda jadi lebih gerah.
Sudah siap memasang backsplash di dapur? Manakah yang Anda pilih? Sesuaikan juga dengan kebutuhan, apakah akan dipasang untuk tempat bisnis atau dapur rumah.

Link terkait :

Sumber : Rooang

Posted on 00.25 by Usrock

No comments

6 Maret 2015

Kaca adalah salah satu material rumah yang pasti selalu ada, utamanya sebagai jendela. Tapi kini, penggunaan kaca semakin meluas. Kaca juga biasa digunakan sebagai material untuk pintu, furnitur, railing tangga, shower box, kanopi, table top, dan bahkan panel dinding. Tapi, bagaimana memilih jenis kaca yang tepat? Simak penjelasan setiap jenis kaca berikut ini.

1. Kaca bening

Kaca bening sering disebut juga dengan kaca polos, karena tidak berwarna, rata, dan bebas distorsi. Karenanya, kaca ini bisa menghasilkan bayangan sempurna sampai lebih dari 90%. Kaca jenis ini tidak dianjurkan untuk eksterior bangunan bertingkat karena rendahnya kemampuan menahan panas dan sinar matahari. Ketebalan kaca bening terdiri atas 5 mm, 6 mm, dan 8 mm. Ketebalan ini dipilih sesuai dengan ukuran yang akan dibuat. Semakin besar ukurannya, maka sebaiknya menggunakan kaca yang tebal.

2. Kaca berwarna (tinted glass)

Kaca ini sering disebut dengan kaca rayban. Untuk memberikan warna, kaca polos dilapisi dengan lembaran warna yang terbuat dari campuran logam. Kaca rayban mampu menahan panas dan sinar matahari sampai 55%, sehingga mengurangi beban pendingin ruangan dan menjaga privasi penghuninya. Untuk menambah tingkat kegelapannya, kaca rayban bisa dilapisi sampai beberapa kali. Kaca rayban tidak hanya berwarna hitam, tetapi juga warna biru gelap, biru kehijauan, abu-abu gelap, tembaga, dan hijau gelap.

3. Kaca es

Kaca es adalah jenis kaca yang salah satu sisinya bertekstur. Tekstur ini dihasilkan saat adonan kaca mulai dicetak dengan roll yang memiliki pola tertentu. Kaca jenis ini memiliki efek dekoratif dan mengaburkan bayangan. Selain itu, berkat teksturnya kaca es juga mampu mengurangi sinar matahari yang diterima sehingga ruangan tidak silau.
Belakangan, masyarakat lebih suka memasang stiker kaca es, daripada membeli kaca es yang asli. Stiker kaca es atau kaca film memang lebih murah, tapi memiliki manfaat yang sama baiknya. Kaca es lebih banyak digunakan untuk interior, misalnya sebagai partisi, pintu kamar mandi, pintu kabinet, dan shower box.

4. Kaca cermin/one way

Kaca cermin atau kaca reflektif adalah kaca yang mengurangi sifat tembus pandang dari salah satu sisi. Kaca jenis ini juga biasa disebut dengan kaca one way, karena akan terlihat trasnparan di satu sisi, tetapi terlihat seperti cermin di sisi lainnya. Kaca cermin dibuat dengan tambahan lapisan oksida logam, melalui proses pyrolisis. Kaca ini sangat sesuai untuk Anda yang menginginkan privasi terjaga.

5. Kaca tempered

Kaca tempered memiliki kekuatan yang sangat tinggi, mencapai 3—5 kali liat dari kaca biasa. Kaca temperedmampu menahan beban angin, berat, dan tekanan yang lebih tinggi. Kaca ini dibuat dengan memanaskannya lalu didinginkan secara mendadak. Secara visual, tidak ada yang berbeda dari kaca ini, sehingga tampilannya tetap terjaga. Kaca tempered juga sangat aman saat pecah, karena pecahannya bulat dan tumpul.
Jika Anda menginginkan pintu tanpa framerailing, dan dinding dari kaca, sebaiknya menggunakan kacatempered ini. Tetapi, Anda harus membeli kaca tempered dengan ukuran jadi. Karena kaca jenis ini tidak bisa diberi proses lebih lanjut yang akan mengurangi kualitasnya.

6. Kaca laminasi

Kaca laminasi adalah jenis kaca yang sangat aman, karena diberi pelapis yang membuatnya sulit retak dan pecah. Kaca laminasi sangat sulit ditembus, karenanya kaca ini dulu banyak digunakan untuk alat transportasi umum, misalnya bis dan kereta api. Kaca laminasi dilapisi lembaran polofinil transparan yang menahan kaca agar tidak pecah. Bahkan meskipun sudah ada bagian yang pecah, kaca ini tetap menempel pada rangka dan sulit ditembus.
Kaca laminasi banyak digunakan untuk balkon, skylight, anak tangga, dan tempat lainnya yang membutuhkan keamanan. Meskipun terkesan aman, Anda tetap perlu berhati-hati. Jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di dalam rumah, bisa jadi penghuni akan terjebak akibat kaca yang sulit dipecahkan.
Material kaca memang semakin digemari, seiring dengan meningkatnya selera masyarakat pada bangunan minimalis. Tentukan dulu apa kebutuhan Anda, lalu pilih mana kaca yang pas.

Link terkait :

Sumber : Rooang

Posted on 00.20 by Usrock

No comments